Minggu, 02 Oktober 2011

Selasa Bahagia

Kalau kau tanya kapan hari favorit-ku, akan ku jawab hari Selasa! Ya hari Selasa, hari setelah Senin dan sebelum Rabu. Kenapa begitu? Jawabannya gampang saja. Setiap hari Selasa aku menemukan kebahagiaan bersama mereka. Mereka? Iyaaa, mereka murid-murid ku di PAUD Dewintha, dimana aku belajar dan mengajar tentang bagaimana mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Aku bangga menjadi guru. Aku lah si guru awet muda! hihihi karena murid-muridku dibiasakan memanggilku dengan sebutan kakak Farah, bukan bu Farah loh! Kesannya kalau dipanggil Ibu berasa tua gimana gitu! hehehe :)

Setiap minggunya, selalu ada saja kejadian yang membuat ku senyum-senyum. Wajar saja jika aku senyum-senyum jika melihat tingkah laku mereka yang lucu dan bikin gemeeeeesshh. Celotehan mereka sungguh polos. Aku akan dengan sangat senang jika mereka bisa berpartisipasi dengan aktif, menghormati guru dan teman-teman, serta bisa mematuhi peraturan yang telah mereka sepakati. Meski kadang aku pun kerepotan untuk memberikan perhatianku secara adil kepada mereka dan pastinya akan repot untuk melerai dan mendamaikan diantara mereka yang sedang berantem. Sama repotnya jika harus menghadapi anak yang menangis karena tidak mau berpisah dengan Ibu.

Berhadapan dengan mereka, ikut terlibat di dunia anak-anak membuat ku harus berpikir lebih keras dan kreatif tentang bagaimana cara mendidik anak dengan baik. Misalnya saja ketika aku harus mencari alasan yang logis dengan kalimat yang tepat hanya untuk menghindari penggunaan kata “tidak” dan“jangan” dihadapan anak-anak. Atau ketika di awal pembelajaran, kami, para guru harus menyiapkan segala sesuatu yang akan dipelari oleh anak-anak. Nah ini juga perlu kreativitas. Belum lagi kalau anak-anak pintar itu memberikan pertanyaan pada-ku, mau tidak mau aku harus menjawab pertanyaan mereka dengan logis. Selain itu, membujuk anak supaya mau makan itu juga menjadi tantangan tersendiri. Aku dituntut untuk mencari cara agar anak mau makan tanpa harus menakut-nakuti mereka, seperti misalnya “Ayo dimakan, nanti kalau gak makan nasi Allah marah loh!”.

Waktu akan terasa lebih cepat jika bisa bermain dan belajar bersama mereka. Aku sangat menikmati proses pembelajaranku di PAUD Dewintha ini. Harapanku, suatu hari nanti, aku dapat mendidik anak-anak ku dengan baik. Anak kita :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com