Sebagai seorang anak autis, Akram mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, dan sering melakukan tingkah laku yang repetitif. Karena adanya kerusakan neurologi pada dirinya, ia juga mengalami kesulitan dalam membaca dan mengalami kerusakan dalam mengolah informasi di long term memory-nya. Suatu hari, seperti biasa, sebelum memulai pelajaran murid-murid di Mandiga disuruh berkeliling mencari guru untuk menyapa dan bertanya kepada guru. Ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi murid-murid disana. Akram disuruh untuk bertanya kepada salah satu guru. Intinya Akram bertanya (dengan bahasa yang tidak jelas dan terbata-bata) “Bu guru apa kabar?”. Bu guru menjawab “sehat wal afiat”. Dua menit setelahnya, Akram ditanya tentang jawaban guru, ia masih dapat menjawab. Tapi, saat di kelas, ditanyakan kembali, ia sudah lupa dengan jawaban guru tersebut. Tet tot! Ah Akram, jadi pengen cubiiit gemeeeesshh! hehehe :)
Banyak tingkah laku Akram yang tidak bisa aku lupakan. Ia suka sekali dengan sedotan. Hanya untuk dimainkan di dalam mulut. Guru-guru baru akan memberikan sedotan hanya jika Akram belajar dengan baik. Kamu mungkin akan tersenyum jika mendengar ia menyebut ‘sedotan’ dengan kata“jojodaaann! jojodaaaann!”
Tingkah laku repetitif yang bisa membedakan Akram dengan murid-murid lain itu kebiasaannya untuk beres-beres! hehehe. Mungkin kamu akan bingung, kenapa beres-beres? Itulah yang menarik dari Akram. Ia selalu membersihkan dan membereskan segala sesuatu yang menurutnya berantakan. Jika ada barang yang tidak berada pada tempat seharusnya, ia akan secara spontan membereskannya. Rasanya pengen culik Akram, bawa ke rumah buat disuruh beres-beres! hihihi :p
Satu lagi kebiasaanya yang tidak bisa dilupakan! Akram-ku sangat genit pada wanita. Ihihihi. Kamu tau apa yang ia lakukan pada ku? Ia sering mencoba memeluk dan mencium ku, saat kami berpapasan. OMG! Aku langsung bereaksi jika Akram sudah melakukan hal ini. Aku akan menyebut namanya sambil sedikit membentak dan berusaha untuk menjauhkan mukanya dari ku. Ini terpaksa aku lakukan. Sungguh. Aku dan guru-guru di Mandiga berusaha untuk mendidik-nya agar ia bisa bertingkah laku sesuai dengan norma sehingga dapat dengan mudah diterima di masyarakat.
Dengan segala tingkah laku uniknya yang kadang membuat ku jengkel tapi lebih sering membuatku tersenyum bahkan tertawa, ia tetap menjadi murid-ku yang istimewa. Akram!
Sedikit cerita tentang Akram semoga bermanfaat untuk-mu. Suatu hari nanti, semoga kamu bisa bertemu dengannya agar kau lebih tau mengapa ia istimewa dimataku.

0 komentar:
Posting Komentar