Minggu, 10 Juli 2011

13 indikator keberhasilan dalam dunia kerja

Prof. George Boggs meneliti tentang adanya 13 indikator keberhasilan seseorang dalam dunia kerja, diantaranya adalah:

  1. Jujur
  2. Tepat waktu
  3. Bisa menyesuaikan diri dengan orang lain
  4. Bisa bekerjasama dengan atasan
  5. Menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik
  6. Motivasi tinggi untuk memperbaiki diri
  7. Percaya diri
  8. Mampu berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik
  9. Mampu bekerja mandiri dengan supervisi minimum
  10. Tahan terhadap stres
  11. Mempunyai kecerdasan sesuai kebutuhan
  12. Bisa membaca dengan pemahaman yang memadai
  13. Mengerti dasar-dasar menghitung

Ternyata 10 dari 13 indikator (77%) merupakan dominan otak kanan, sedangkan sisanya (22%) menyangkut otak kiri (Megawangi, 2007). Aktivitas otak kanan seperti misalnya seni, keterampilan, kreativitas, dan juga kualitas hubungan dengan diri sendiri serta orang lain merupakan indikator terbanyak yang dapat menentukan keberhasilan seseorang di dalam dunia kerja (seperti pada data diatas).

Hmm.. saya jadi berpikir ulang, berapa lama waktu yang dihabiskan sekolah-sekolah (dalam hal ini pendidik) di Indonesia untuk mengajarkan siswanya dalam mengembangkan otak kanan? Tentu jumlahnya lebih sedikit (bahkan jauh lebih sedikit) jika dibandingkan dengan pengajaran dengan hanya menggunakan kemampuan dan pengembangan otak kiri. Sistem pengajaran di Indonesia saat ini masih menekankan pada otak kiri (seperti misalnya menghafal dan menghitung).

Jika selama di sekolah, pengajaran lebih menekankan pada aktivitas otak kiri sedangkan keberhasilan dunia kerja sangat ditentukan oleh aktivitas otak kanan, maka sangat tidak heran jika kualitas SDM di Indonesia berada di bawah Vietnam, atau nomor 4 terbawah (nomor 102 dari 106 negara). Survei PERC di 12 negara dalam (Megawangi, 2007), menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan terbawah.

Lalu tunggu apalagi? Mari perbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Rubah sistem pengajaran yang lebih menekankan pada aktivitas otak kiri ke aktivitas otak kanan. Imbangi pengajaran meliputi hardskill (keterampilan memasak, montir, menggunakan komputer, menjahit, keahliaan khusus, dsb) dan softskill(kepemimpinan, keterampilan komunikasi, pendengar yang baik, mengelola stres dan waktu, bekerjasama dengan tim, dsb).

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com