Saya akan berbagi kisah tentang doa. Mungkin salah satu dari ribuan kisah tentang kekuatan dari sebuah doa.
Kala itu, ketika saya SMA, saya sangat ingin masuk Psikologi UI. Sangat amat ingin bisa menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi UI. Hanya Psikologi! Tahukah kawan, sejak SMP saya sudah memiliki cita-cita menjadi PSIKOLOG. Dan ketika SMA, sudah bisa dibayangkan bukan bagaimana tekad saya untuk bisa masuk fakultas Psikologi sangat kuat.
Ketika UMB, saya memilih Psikologi UI sebagai pilihan pertama. Kawan, tentu ada rasa khawatir dalam diri saya ketika memilihnya. Saya tau UI adalah salah satu universitas terbesar di Indonesia. Saya sadar betul bahwa tidak mudah untuk bisa masuk UI, apalagi Psikologi UI yang kala itu menduduki urutan ke-4 fakultas favorit di jalur IPS. Saya harus mengalahkan ribuan orang untuk mengambil bagian untuk 250 bangku yang disediakan. Hufh. Benar-benar sulit ketika itu. Saya sempat tidak yakin dengan pilihan ini. Mungkinkah saya bisa mengalahkan ribuan orang yang ingin masuk Psikologi UI? =.=
Tidak-tidak. Saya buang jauh-jauh pikiran-pikiran yang pesimis. Saya bangkit! Saya berusaha untuk tidak putus asa! Tidak ada kata menyerah dalam kamus saya! Saya terus menerus belajar, belajar, dan belajar. Saya berusaha yang terbaik untuk mewujudkan cita-cita saya ini. Saya rasa ketika itu, saya sudah berusaha dengan optimal. Meskipun saya giat belajar dan berusaha, masih ada rasa takut dalam hati saya. Saya sungguh takut menghadapi hal terburuk yaitu tidak diterima di Psikologi UI jalur UMB.
Untuk menenangkan hati saya, cara yang paling ampuh ialah berserah diri kepada Allah, berusaha untuk lebih dekat dan dekat pada Allah. Saya yakin, semua akan kembali kepada Allah. Allah lah yang mempunyai kuasa atas apa yang terjadi pada saya. Saya tidak pernah berhenti memohon dan meminta kepada Allah untuk dapat diterima di Psikologi UI. Saya panjatkan segala permintaan saya, baik di saat sujud terakhir, setelah sholat wajib, sholat shunah, dan sholat tahajud, di waktu hujan, dan di waktu-waktu mustajab doa akan dikabulkan. Tidak pernah lupa, saya meminta agar kedua orangtua mendoakan saya. Setiap bertemu sanak keluarga pun saya meminta doa kepada mereka. Hanya usaha dan doa yang saya lakukan ketika itu.
Saya sangat yakin Allah akan mengabulkan doa-doa saya. Seperti sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Pemurah. Allah malu jika ada seseorang yang menengadahkan kedua tangan kepada-Nya tapi kemudian menolaknya dengan tangan hampa” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Keyakinan saya semakin bertambah ketika saya mengetahui bahwa Allah senantiasa mengabulkan do’a hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Ada beberapa bentuk pengabulan do’a, yaitu dikabulkan di dunia, ditangguhkan sampai hari kiamat, dan sebagai penangkal kejelekan yang mungkin akan menimpa seorang hamba.
Bismillah. Dengan usaha dan doa, saya semakin yakin dengan pilihan saya. Saya semakin yakin bahwa Allah pasti akan memberikan apa yang saya butuhkan dan tentunya yang terbaik untuk saya, bukan sekedar apa yang saya inginkan. Ketika detik-detik pengumuman UMB, saya pasrah. Saya sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Saya sudah menguatkan usaha dengan doa. Tinggal ikhtiar kepada Allah. Saya benar-benar menerima apa pun keputusannya. Saya yakin apa pun keputusannya itu yang terbaik.
Pengumuman UMB pun tiba.. Dan sungguh luar biasa :)) saya diterima menjadi mahasiswa Psikologi UI angkatan 2008. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Sungguh inilah kemenangan yang luar biasa yang saya alami setelah berbagai kesulitan datang silih berganti. Alhamdulillah, tidak lupa saya ucapkan rasa syukur yang sangat kepada Allah. Sungguh benar, Allah senantiasa mengabulkan do’a hamba-Nya yang memohon kepada-Nya!
DOA DOA DOA
tidak akan pernah saya lupakan bahkan ketika saya menghadapi sesuatu yang mustahil terjadi, saya akan tetap berdoa! saya semakin yakin akan kekuatan DOA \(>,<)/

0 komentar:
Posting Komentar