Minggu, 14 November 2010

tekad kuat tidak cukup untuk menjadi relawan

Berawal dari status FB salah satu teman saya di Psikologi, isinya:

"mahasiswa psikologi, ada yang mau jadi relawan bencana di merapi? hubungi saya sekarang juga.."

Melihat status tersebut, tanpa berpikir panjang saya menghubunginya, saya katakan bahwa saya bersedia menjadi relawan di Merapi. Niat saya kuat menggebu untuk menolong saudara saudara di Jogja. Saya diberi kesempatan oleh teman saya untuk memikirkan kembali. Setelah saya menimbang nimbang, saya memutuskan untuk tidak menjadi relawan. Beberapa alasan yang terlintas di benak saya ketika itu adalah, pertama, saya sedang UTS. Kedua, saya takut jika saya pergi ke Merapi sebagai relawan justru saya malah akan merepotkan. Saya sadar bahwa saya tidak punya banyak ilmu dan pengalaman menjadi relawan. Menurut saya, untuk dapat pergi ke Merapi sebagai relawan, tekad kuat belum cukup tanpa ada ilmu pengetahuan. Meskipun saya tidak jadi pergi ke Jogja, saya masih berharap bisa menjadi relawan bencana di Merapi.


"Dept.Pengmas BEM F.Psi UI 2010 mengajak teman2 utk menghadiri training pembekalan menjadi relawan bencana yg berjudul 'Bagaimana cara menjadirelawan bencana?' pada hari Kamis, 11 November 2010 di F.Psi UI gd H.106 pukul 15.30-18.00. Training ini akan diisi oleh...Mas Dicky Pelupessy, Ketua Pusat Krisis"

Lagi-lagi saya mendapat informasi dari status di FB salah satu teman. Waaaaah.. sangat amat berminat untuk datang, mencari ilmu tentang relawan bencana sebelum menjadi relawan beneran! hehe :). Saya pun datang ke training yang berlangsung selama dua jam tersebut. Ini dia sedikit informasi yang dapat saya share ke teman teman yang mempunyai tekat kuat menjadi relwan bencana. Simak gaaaann ihihi xp

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com